Jaksa Temukan Unsur Perbuatan Melawan Hukum Dalam Kasus MTN Bank NTT

oleh -512 views

Kupang, Sakunar — Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) terus mengusut kasus pembelian Medium Term Note (MTN) atau pembelian surat berharga oleh Bank NTT senilai Rp50 miliar dari PT. SNP Finance. Terbaru, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H mengungkapkan adanya unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut.

Kajati NTT mengungkapkan hal tersebut melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, Jumat (17/6), sebagaimana dikutip dari metrobuananews.com.

“Dalam kasus ini, Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sudah terpenuhi. Tapi, penyidik masih tunggu perhitungan kerugian keuangan negara yang nyata atau real dari ahli,” kata Abdul Hakim.

Baca Juga:  Transaksi MTN Bank NTT: Risiko Bisnis Ataukah Kerugian Negara? 

Mengenai SOP yang dikatakan telah sesuai ketentuan atau aturan yang berlaku, Humas Kejati NTT menegaskan bahwa Bank NTT harus membuktikan hal itu. Sebab menurut Abdul Hakim, sesuai hasil penyelidikan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, ditemukan bahwa tidak sesuai SOP. Hal itu dikarenakan tidak diketahui oleh pejabat yang berwenang dalam proses pembelian MTN senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT.

Baca Juga:  Masyarakat Jangan ‘Digoreng’ Opini Menyesatkan Tentang Kasus MTN 50M Bank NTT  

“Jika benar Bank NTT untung 1 triliun Rupiah dari pembelian MTN, Pembeliannya kapan dan tahun berapa. Dan, jika mungkin sudah sesuai SOP maka harus dibuktikan soal SOPnya oleh Bank NTT,” tegas Abdul Hakim.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Bank NTT, Apolos Djara Bonga, mengatakan pembelian MTN PT SNP senilai Rp50 miliar telah dilakukan sesuai prosedur dan metode, serta telah dilakukan uji tuntas (Due Dilligence).

Baca Juga:  Transaksi MTN Bank NTT: Risiko Bisnis Ataukah Kerugian Negara? 

“Pembelian MTN atau surat berharga senilai Rp50 miliar telah dilakukan secara benar dan serius dan sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP),” kata dia.*(JoGer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.