Kasus Dugaan Kekerasan Wartawan Versus Oknum DPRD Di Malaka Belum Selesai

oleh -152 views

Malaka, Sakunar — Persoalan antara wartawan deliknews.com, Damianus Atok dengan oknum anggota DPRD Kabupaten Malaka, BC ternyata belum selesai. Walaupun telah beredar isu bahwa antara Damianus dan BC telah berdamai. Damianus, di hadapan rapat Komunitas Wartan Perbatasan (KONTAS) Malaka mengakui dirinya memang bertemu dengan BC di suatu tempat. Namun, dalam kesempatan tersebut belum ada kesepakatan untuk berdamai.

Terkait hasil rapat tersebut, KONTAS Malaka mengeluarkan pernyataan sikap ke dua pada Rabu (24/11/2021). Setelah sebelumnya, KONTAS Malaka menerbitkan pernyataan sikap pertama pada Rabu (17/11/2021). Berbeda dengan pernyataan sikap pertama yang hanya ditandatangani Ketua Kontas, pernyataan sikap ke dua ini ditandatangani 3 orang.

Pernyataan sikap ke dua KONTAS Malaka ini pada prinsipnya menjawab isu liar yang berkembang, bahwasanya sesuai pengakuan Damianus, antara dirinya dan BC belum ada penyelesaikan apapun.

“Bahwa benar, pada Jumat, 19 Nopember 2021 pagi sekira pukul 08.00 Wita Damianus Atok bertemu dengan BC. Sesaat kemudian, foto pertemuan keduanya yang tampak berpelukan tersebar luas. Publik Kabupaten Malaka, antara lain di internal KONTASMalaka, memberikan tanggapan berbeda-beda atas foto tersebut. Terkait ini, Damianus Atok sebagai anggota komunitas diwajibkan memberikan penjelasan resmi di hadapan seluruh pengurus dan anggota KONTASMalaka. Dalam Rapat Darurat ini, di hadapan seluruh pengurus dan anggota Komunitas, Damianus Atok menerangkan dan secara tegas bahwa persoalan antara dirinya dan BC belum selesai secara damai-kekeluargaan”, demikian pernyataan sikap KONTAS Malaka.

Baca Juga:  Menciptakan Pers Indonesia Yang Profesional

Dalam pernyataan sikap tersebut, KONTAS Malaka menyebut pihaknya telah membentuk delegasi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan yang melibatkan Damianus Atok dan BC.

“Setelah tiga hari melaksanakan tugas, delegasi KONTASMalaka dalam laporannya menyatakan, BELUM ADA HASIL. Karena itulah, seluruh Pengurus dan anggota KONTASMalaka tetap mendukung dan mendorong Delegasi KONTASMalaka selama 3 hari terhitung sejak Senin 22 Nopember 2021. Adapun tugas delegasi adalah tetap bekerja dan melaporkan hasilnya ke Komunitas”, demikian pernyataan sikap KONTAS Malaka.

Sementara itu, KONTAS Malaka tetap dalam sikapnya, yakni mendesak BC untuk meminta maaf kepada Damianus Atok secara khusus dan wartawan yang melakukan tugas-tugas jurnalistik di Kabupaten Malaka pada umumnya.

Apabila point ini tidak dipenuhi BC maka KONTAS Malaka akan melakukan tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua KONTAS Malaka, Cyriakus Kiik, SH dan dan beberapa pengurus lain. Diantaranya ada Koordinator Bidang Advokasi, Hukum dan HAM, Inyo Molo, SH. Juga ada Aloysius Gonza Bria, Koordinator Bidang Humas dan Komunikasi Lintas Sektor.

Baca Juga:  Nama Anggota DPRD Asal PKB Ada Dalam Daftar Nama Desa Bermasalah Dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Diberitakan sebelumnya, oknum Anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Gerindera, BC diduga melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan deliknews.com. Tindak kekerasan terhadap wartawan Damianus Atok tersebut diduga terjadi pada Senin, (15/11/2021).

Menurut Damianus Atok, tindak kekerasan tersebut terjadi berkaitan dengan pemberitaan deliknews.com tentang pengerjaan jalan alternatif Sungai Benenai pada April 2021 lalu.

Saat kejadian, kata Dami, dirinya tanpa sengaja bertemu BC di Sekretariat DPRD Malaka pada Senin, 15 Nopember 2021 sekira pukul 11:00 Wita. Saat itu, dirinya sedang duduk bersama-sama dengan tiga anggota DPRD lainnya, yakni Ronaldo Asury dari PDI Perjuangan, Jemianus Koe dari Partai Golkar dan Krisantus Yulius Seran dari Partai Gerindra. Selain itu, ada pula Remigius Bria, salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

“Tak lama kemudian, oknum anggota DPRD lainnya dari Partai Gerindra BC datang. Melihat BC datang, saya sapa dia. Sapaan itu dijawab BC dengan mengatakan: selama ini saya marah kamu. Karena kau tulis  berita jalan alternatif, ditanyakan ke saya”, ujar Damianus kepada wartawan Selasa (16/11/2021).

BC kemudian berjalan menuju Damianus Atok dengan wajah serius merah padam. Tiba-tiba BC menendang kaki kanan Damianus Atok. Sambil melontarkan kata-kata: “Jalan alternatif itu bukan saya yang kerja. Nama yang ada dalam kontrak alat berat itu juga bukan nama saya. Karena saya sebagai anggota Dewan tidak urus pekerjaan proyek”, kata Damianus menirukan BC.

Baca Juga:  KONTAS Malaka Terbentuk, Ini Struktur Kepengurusannya

Selanjutnya, BC menanyakan Damianus Atok, “Kamu buat pertanyaan ke saya ada 10 pertanyaan, apakah kau polisi kah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan kamu, karena pada saat itu belum ada kontrak kerjasama dari Dinas PUPR bahwa kontrak kerjasama itu apakah  dengan sistim harian atau pembayarannya dengan harian. Jadi, saya tidak menjawab”.

Atas penjelasan BC, Damianus Atok mengatakan, “Bos, saya tanya itu sesuai dengan Informasi yang saya dapat di lapangan. Alat berat yang dipakai untuk mengerjakan jalan alternatif itu bos punya. Pertanyaan saya itu untuk mencari tahu apakah informasi itu benar atau tidak. Pertanyaan itu juga merupakan kewajiban saya sebagai wartawan untuk keseimbangan berita”.

Mendapat penjelasan Damianus Atok demikian, BC mengungkapkan, “Penggunaan alat berat itu dibayar pihak Dinas PUPR Kabupaten Malaka dengan hitungan per hari Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

BC kemudian melanjutkan bahwa sikap kurang bersahabat dan tindakannya menendang Damianus Atok tadi hanya kelakar dan main gila sebagai adik-kakak, bukan wartawan dengan DPR.*(BuSer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.