Pemda Malaka Dinilai ‘Tumpul Nurani’ Terkait Penanganan Covid-19, Ini Penjelasannya!

oleh -879 views

Malaka, Sakunar — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka dinilai ‘tumpul nurani’ dalam upaya pengendalian Covid-19. Karenanya, kasus Covid-19 terus merebak dan menyebar ke seluruh penjuru.

Demikian diungkapkan beberapa warga Kabupaten Malaka dalam diskusi virtual yang digelar, Rabu malam (29/07/2021). Didkusi yang dihadiri 25 anak Malaka, yang menamakan diri Forum Diskusi Pemuda Malaka Lawan Covid-19 ini.

“Point kita bahwa Pemda Malaka terkesan ‘Tumpul Nurani’ karena ada beberapa alasan. Pemda lebih mengejar realisasi program kerja Bupati ketimbang memikirkan kepentingan rakyat banyak terkait Covid-19. Buktinya jelas. Pemda dan DPRD memilih untuk Stuba terkait lembaga adat ketimbang menggalakkan upaya pencegahan Covid-19. Rakyat lagi susah karena pandemi kok Bupati, Wakil Bupati dan DPRD pergi Stuba di Zona Merah. Gila. Padahal Pemda belum bangun pos di batas. Tempat isolasi terpusat juga belum jelas. Walaupun akhirnya stuba dipending setelah ada desakan publik, tapi ini menjadi catatan buram”, ujar Syrilus Klau, SH, koordinator Forum.

Baca Juga:  Petugas Penguburan Jenazah Covid-19 Ngaku Mogok Karena Honor Belum Dibayar

Forum juga menilai Pemda ‘Tumpul Nurani’ karena tidak memikirkan nasib masyarakat terpapar Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri. “Bisa dibayangkan, bagaimana satu keluarga tidak boleh keluar rumah tapi tidak pikirkan bagaimana makan minumnya. Di satu sisi dianjurkan agar mengkonsumsi makanan bernutrisi untuk tingkatkan imunitas. Orang pasti keluar untuk cari makan dan itu sangat beresiko”, lanjutnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, Pemda belum mengoptimalkan Tempat Isolasi terpusat yang diusulkan TNI di Pos Lintas Batas Negara di Motamasin.

Baca Juga:  31 Juli: Tambah 11 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 Di Malaka 259

Kemudian, forum juga mengecam peristiwa penguburan jenazah Covid oleh keluarga, dengan alasan karena Petugas mogok akibat honor belum dibayar.

Karena alasan tersebut, Forum merumuskan beberapa point sebagai solusi kepada Pemda sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malaka:

Pertama, agar Pemda segera menbangun Pos pemantauan di setiap pintu batas dan menempatkan petugas dari Dinkes, BPBD, Perhubungan, TNI, Polri dengan fasilitas yang memadai.

Kedua, segera memanfaatkan tempat isolasi terpusat di PLBN Motamasin dengan menyiapkan fasilitas penunjang yang cukup untuk pemulihan. Atau, siapkan anggaran untuk membantu isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga:  Update Covid-19 Malaka 19 Juli: Tambah 1 Kasus Meninggal, Total Kasus Positif 168

Ketiga, memperhatikan kesejahteraan petugas kesehatan dan petugas lain agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena mereka sudah pertaruhkan nyawanya untuk berdiri di garis depan.

Keempat, segera lakukan penertiban di fasilitas umum untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

Kelima, untuk sementara ditiadakan dulu perjalanan dinas ke luar daerah bagi Bupati, Wakil Bupati, serta Sekda dan semua pejabat pemerintah, juga DPRD. Perjalanan keluar masuk Malaka dengan kendaraan dinas juga dihentikan dulu. Pemerintah harus jadi contoh.*(BuSer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.