Orangtua Hilang Ditelan Seroja Di Alor, Bayi Josh Rehan Butuh Pengobatan

oleh -378 views

Kupang, NTT — Josh Rehan, bayi berusia 9 bulan yang selamat dari amukan banjir bandang awal April lalu butuh perawatan intensif dari pihak medis. Diketahui, Josh Rehan selamat ketika orangtuanya hilang ketika Kampung Ileba, Desa Lipang, Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disapu banjir.

Diberitakan sebelumnya, saat ini Josh diasuh kerabatnya, pasangan suami isteri Robert J Tubulau dan Ariance Nangi di Kota Kupang.

Bayi Josh Rehan tersenyum dalam Gendongan Menteri PPPA

Orangtua asuh, Josh Rehan, Tobert J Tubulau, kepada wartawan, Selasa malam (04/05/2021) menuturkan, bayi Josh ditemukan oleh warga tertanam di dalam lumpur dalam kondisi yang mengenaskan saat banjir menerjang perkampungan Ileba.

Baca Juga:  Digendong Menteri PPPA, Bayi Korban Selamat Bencana Alor Tersenyum Riang

“Ayah dan ibu Josh hilang terseret banjir. Tapi Josh bisa selamat. Ini mujizat Tuhan,” kata Robert.

Menurutnya, sejak ditemukan hingga saat ini Josh sering menangis sekencang – kencangnya, seperti sedang kesakitan. “Waktu awal – awal itu, saat buang air besar, veces bercampur lumpur, dia sering menangis”, tandasnya.

Selain itu, lanjut Robert, telinga dan kaki Josh juga mengalami gangguan. “Telinganya kalau bangun tidur keluar nanah. Kalau kakinya sepertinya ada gangguan karena saat ditemukan Josh tertanam di dalam lumpur jadi ditarik paksa,” jelas Robert.

Baca Juga:  DPD I Partai Golkar NTT Bantu Korban Banjir Malaka

Karena itu, Josh dibawa ke kupang untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kendati demikian, Robert mengaku kewalahan karena bayi korban bencana ini tidak memiliki kartu BPJS sehingga masih terkendala.

“Saya berharap pemerintah bisa membantu perawatan anak kami Josh, sehingga bisa cepat pulih”, pinta Robert.

Dia juga menjelaskan, saat dikunjungi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , I Gusti Ayu Bintang Darmawati, pada Selasa (4/5/2021), menteri meminta agar Josh segera dirawat.

Baca Juga:  Pemda Malaka Buka Jalur Alternatif Jembatan Koloweuk - Numponi

“Semoga ada jalan keluar sehingga anak kami bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.*(MBN01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.